Serang,KP2MI (29/4)- Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Hukum Banten dalam rangka studi banding pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Rabu (29/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BP3MI Banten dalam memperkuat komitmen peningkatan kualitas pelayanan publik serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Kanwil Hukum Banten dipilih sebagai lokus studi banding karena telah berhasil meraih predikat WBBM, yang menjadi salah satu indikator keberhasilan reformasi birokrasi di Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, jajaran BP3MI Banten disambut oleh Kepala Bagian Umum Kanwil Hukum Banten, Agus Salim, bersama tim. Pertemuan berlangsung dalam suasana diskusi yang konstruktif, dengan fokus pada berbagai strategi, inovasi, serta tantangan yang dihadapi dalam proses pembangunan ZI hingga mencapai predikat WBBM.
Kepala Subbagian Tata Usaha BP3MI Banten, Wirawan Negara Harahap, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam menggali praktik terbaik dari instansi yang telah berhasil.
“Studi banding ini sangat penting bagi kami untuk memahami secara langsung bagaimana implementasi pembangunan Zona Integritas hingga meraih predikat WBBM. Kami ingin memastikan bahwa upaya yang kami lakukan di BP3MI Banten berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa peningkatan kualitas layanan dan penguatan integritas menjadi fokus utama.
“Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya calon dan pekerja migran Indonesia, dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, serta pengawasan internal yang kuat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum Kanwil Hukum Banten, Agus Salim, turut membagikan pengalaman dalam membangun Zona Integritas di lingkungannya.
“Kunci utama dalam meraih predikat WBBM adalah komitmen pimpinan dan konsistensi seluruh jajaran dalam menerapkan budaya kerja yang berintegritas. Selain itu, inovasi layanan dan keterbukaan terhadap masukan masyarakat juga menjadi faktor penting,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan BP3MI Banten dapat mengadopsi dan mengimplementasikan berbagai strategi yang telah terbukti efektif, sehingga mampu mempercepat pembangunan Zona Integritas dan meraih predikat WBBM di masa mendatang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BP3MI Banten dalam memperkuat komitmen peningkatan kualitas pelayanan publik serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Kanwil Hukum Banten dipilih sebagai lokus studi banding karena telah berhasil meraih predikat WBBM, yang menjadi salah satu indikator keberhasilan reformasi birokrasi di Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, jajaran BP3MI Banten disambut oleh Kepala Bagian Umum Kanwil Hukum Banten, Agus Salim, bersama tim. Pertemuan berlangsung dalam suasana diskusi yang konstruktif, dengan fokus pada berbagai strategi, inovasi, serta tantangan yang dihadapi dalam proses pembangunan ZI hingga mencapai predikat WBBM.
Kepala Subbagian Tata Usaha BP3MI Banten, Wirawan Negara Harahap, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam menggali praktik terbaik dari instansi yang telah berhasil.
“Studi banding ini sangat penting bagi kami untuk memahami secara langsung bagaimana implementasi pembangunan Zona Integritas hingga meraih predikat WBBM. Kami ingin memastikan bahwa upaya yang kami lakukan di BP3MI Banten berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa peningkatan kualitas layanan dan penguatan integritas menjadi fokus utama.
“Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya calon dan pekerja migran Indonesia, dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, serta pengawasan internal yang kuat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum Kanwil Hukum Banten, Agus Salim, turut membagikan pengalaman dalam membangun Zona Integritas di lingkungannya.
“Kunci utama dalam meraih predikat WBBM adalah komitmen pimpinan dan konsistensi seluruh jajaran dalam menerapkan budaya kerja yang berintegritas. Selain itu, inovasi layanan dan keterbukaan terhadap masukan masyarakat juga menjadi faktor penting,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan BP3MI Banten dapat mengadopsi dan mengimplementasikan berbagai strategi yang telah terbukti efektif, sehingga mampu mempercepat pembangunan Zona Integritas dan meraih predikat WBBM di masa mendatang.