Tangerang, KP2MI (11/6) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten terus bergerak maju dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Langkah konkret ini diwujudkan melalui audiensi strategis bersama Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang dilaksanakan di Ruang Rapat Wijaya, Gedung 600, Kantor Angkasa Pura Indonesia pada Kamis (11/6/2026).
Pertemuan ini digelar sebagai langkah cepat untuk menindaklanjuti permohonan dari pihak BP3MI Banten terkait perluasan serta penambahan titik layanan informasi publik di area pelayanan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BP3MI Banten, Ponco Indriyo menyampaikan usulan penambahan beberapa fasilitas vital yang direncanakan bertempat di area Terminal 3 Kedatangan Internasional. Fasilitas yang diajukan meliputi pengadaan helpdesk pelayanan sebagai pusat pengaduan dan pendampingan, pemasangan signage atau penunjuk jalan menuju lokasi pelayanan BP3MI Banten, hingga pemanfaatan fasilitas videotron yang tersedia untuk menayangkan video infografis serta kampanye edukatif bertajuk "Migran Aman".
"Kami ingin memastikan bahwa setiap Pekerja Migran Indonesia, khususnya yang baru tiba di tanah air melalui Terminal 3 Internasional, bisa mendapatkan informasi yang jelas, valid, dan akses pelayanan yang cepat. Kehadiran helpdesk baru, penunjuk arah yang jelas, serta sosialisasi masif melalui videotron mengenai kampanye 'Migran Aman' adalah bentuk kehadiran negara dalam melindungi dan memuliakan para pahlawan devisa langsung di gerbang utama publik," tegas Ponco.
Pihak General Manager Angkasa Pura Indonesia menyambut baik permohonan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh seluruh rangkaian kegiatan pelayanan publik yang dilaksanakan oleh KP2MI-BP3MI Banten di lingkungan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dukungan ini dinilai sebagai bentuk kepedulian bersama dalam memperkuat sistem pelindungan bagi para pekerja migran secara berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut nyata dari hasil audiensi ini, kedua belah pihak sepakat untuk segera melakukan survei lokasi bersama dalam waktu dekat. Agenda survei lapangan tersebut bertujuan untuk memetakan dan menentukan titik-titik paling strategis yang akan digunakan untuk penempatan helpdesk, pemasangan papan petunjuk arah, serta integrasi konten edukasi pada media videotron. Melalui kolaborasi apik ini, diharapkan pelayanan informasi di gerbang internasional utama Indonesia menjadi semakin mudah diakses, informatif, dan aman bagi seluruh PMI. (Tim Media BP3MI Banten)
Pertemuan ini digelar sebagai langkah cepat untuk menindaklanjuti permohonan dari pihak BP3MI Banten terkait perluasan serta penambahan titik layanan informasi publik di area pelayanan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BP3MI Banten, Ponco Indriyo menyampaikan usulan penambahan beberapa fasilitas vital yang direncanakan bertempat di area Terminal 3 Kedatangan Internasional. Fasilitas yang diajukan meliputi pengadaan helpdesk pelayanan sebagai pusat pengaduan dan pendampingan, pemasangan signage atau penunjuk jalan menuju lokasi pelayanan BP3MI Banten, hingga pemanfaatan fasilitas videotron yang tersedia untuk menayangkan video infografis serta kampanye edukatif bertajuk "Migran Aman".
"Kami ingin memastikan bahwa setiap Pekerja Migran Indonesia, khususnya yang baru tiba di tanah air melalui Terminal 3 Internasional, bisa mendapatkan informasi yang jelas, valid, dan akses pelayanan yang cepat. Kehadiran helpdesk baru, penunjuk arah yang jelas, serta sosialisasi masif melalui videotron mengenai kampanye 'Migran Aman' adalah bentuk kehadiran negara dalam melindungi dan memuliakan para pahlawan devisa langsung di gerbang utama publik," tegas Ponco.
Pihak General Manager Angkasa Pura Indonesia menyambut baik permohonan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh seluruh rangkaian kegiatan pelayanan publik yang dilaksanakan oleh KP2MI-BP3MI Banten di lingkungan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dukungan ini dinilai sebagai bentuk kepedulian bersama dalam memperkuat sistem pelindungan bagi para pekerja migran secara berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut nyata dari hasil audiensi ini, kedua belah pihak sepakat untuk segera melakukan survei lokasi bersama dalam waktu dekat. Agenda survei lapangan tersebut bertujuan untuk memetakan dan menentukan titik-titik paling strategis yang akan digunakan untuk penempatan helpdesk, pemasangan papan petunjuk arah, serta integrasi konten edukasi pada media videotron. Melalui kolaborasi apik ini, diharapkan pelayanan informasi di gerbang internasional utama Indonesia menjadi semakin mudah diakses, informatif, dan aman bagi seluruh PMI. (Tim Media BP3MI Banten)